IBX5AE02DED33218

Berikut Sub Spesialis Kedokteran yang Ada di Bawah Spesialis Anak dan Cara Menjadi Dokter Anak

Bayi dan anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih lemah jika dibandingkan dengan orang dewasa. Tak aneh jika dalam banyak kasus penyakit, anak-anak memiliki resiko yang lebih besar. Selain lebih rawan terserang penyakit, organ dalam anak juga belum sekuat orang dewasa sehingga diperlukan spesialisasi khusus untuk menanganinya yaitu spesialis anak (Sp. A). Dokter bergelar Sp. A ini merupakan dokter khusus anak yang masih bisa terbagi lagi menjadi sub spesialis sesuai dengan pendidikan yang diikuti. Banyaknya kasus anak yang terkena penyakit dari akut hingga kronis membuat semakin banyak sub spesialis yang ada di bawah spesialisasi anak. Apa saja diantaranya, dan bagaimana seseorang bisa memiliki keahlian di bidang tersebut? Berikut ini uraiannya.

Spesialis Kedokteran Anak

Dalam sebuah rumah sakit, bagian pediatri atau spesialis untuk anak bisa dibuat lebih besar dibandingkan dengan departemen lainnya. Hal ini disebabkan kasus penyakit pada anak cukup besar yang membutuhkan konsentrasi khusus untuk menanganinya. Selain karena sistem kekebalan tubuhnya yang masih rentan, usia anak yang belum mencapai usia dewasa membuat organnya juga belum berkembang sempurna. Karena itu juga pediatri memiliki sub spesialis yang sama banyaknya dengan sub spesialis pada penyakit dalam orang dewasa. Berikut ini adalah beberapa subspesialis yang ada pada departemen pediatri:

Alergi imunologi.
Endokrinologi.
Hematologi dan onkologi.
Infeksi dan pediatri tropis.
Kardiologi.
Nefrologi.
Pediatri gawat darurat.
Perinatologi.
Tumbuh kembang.
Pencitraan.
Bedah janin.

Dokter anak dan sub spesialisnya memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengobatan dan perawatan kepada bayi dan anak usia pre remaja (di bawah 18 tahun) meliputi:

Evaluasi pertumbuhan anak termasuk gangguan di dalamnya.
Imunisasi pada bayi dan anak.
Menangani bayi prematur dan komplikasi pasca dilahirkan.
Mendiagnosa penyakit pada anak.
Mendiagnosa penyakit mental.
Memberikan rujukan kepada spesialisasi lain jika dibutuhkan.

Untuk mendapatkan gelar dokter Sp. A dan sub spesialisnya, berikut ini adalah pendidikan yang perlu ditempuh oleh seorang pelajar:

1. Sarjana kedokteran.
Menempuh pendidikan antara 3,5 tahun hingga 7 tahun dengan gelar akhir Sp. Ked.

2. Profesi dokter.
Menjalani masa co As selama 3 semester hingga lulus dan mendapatkan gelar dokter muda. Setelah itu melakukan uji kompetensi dokter Indonesia agar bisa mendapatkan sertifikasi sebagai dokter dan membuka praktek dokter umum.

3. Spesialis anak.
Meneruskan studi dalam masa 3 hingga 4 tahun dengan memilih spesialisasi anak di universitas yang telah bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan.

4. Sub spesialis.
Meneruskan pendidikan dengan mengambil sub spesialis yang diinginkan selama 4 semester.

Tertarik menjadi dokter spesialis anak? atau Anda ingin memeriksakan anak yang sedang sakit sekarang? Dokter anak merupakan profesi yang mudah ditemukan karena sangat dibutuhkan. Anda bisa datang ke rumah sakit khusus ibu dan anak, rumah sakit umum atau datang langsung ke klinik dokter praktek spesialisasi anak yang dipercaya. Segera bawa si kecil untuk berobat ke dokter anak jika terjadi demam, muntah, diare, sembelit, pingsan, kejang, muncul ruam ataupun gejala-gejala penyakit mental dan tumbuh kembangnya. Jangan takut untuk melakukan konsultasi dengan dokter anak atau membawa anak Anda ke pusat rehabilitasi jika memiliki gangguan motorik agar anak bisa diobati dan dirawat lebih dini secara mendetail untuk bisa kembali sehat seperti anak lainnya.

0 komentar:

Post a Comment